Reksa Dana Pendapatan Tetap Pilihan Investasi Tetap Anda

Posted on

reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap ini disebut sebagai salah satu jenis reksa dana yang lebih mengarah pada instrumen investasi obligasi dengan memperoleh kupon yang tetap. Sekarang pertanyaanya apakah kita sebagai investor akan memperoleh pendapatan secara tetap?, dan apa saja tips serta kiat dalam berinvestasi melalui reksa dana pendapatan tetap?.

 

Reksa dana pendapatan tetap atau dalam bahas inggris dinamakan Fixed Income Fund acap kali disalah artikan khususnya bagi para investor pemula yang baru saja mengenal dunia investasi. Jika melihat kata “pendapatan tetap” persepsi pertama pasti kita akan mendapatkan pendapatan yang sifatnya tetap dan stabil.

 

Baca Juga: Tips Memilih Investasi Bagi Pemula

Jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap

 

Akan tetapi pada kenyataannya ada kebijakan produk reksa dana pendapatan tetap yang membagikan deviden-nya secara berkala bahkan ada juga yang tak membagikan dividen kepada seluruh pemegang unit penyertaan (UP) atau reinvestasi.

 

Contohnya adalah Panin Dana Pendapatan Berkala adalah janis reksa dana pendapatan tetap yang mempunyai kebijakan untuk membagikan dividen setiap bulannya. Panin Dana Utama Plus 2 juga termasuk salah satu reksa dana pendapatan tetap yang mempunyai kebijakan reinvestasi terhadap kupon yang telah diterima.

 

Sekarang ini banyak beredar ratusan produk reksa dana pendapatan tetap dan yang hanya beberapa saja yang membagikan dividen-nya secara merata. Sebagian besar dari produk reksa dana pendapatan tetap untuk melakukan reinvestasi dividen buat meningkatkan dan pengembangan hasil investasi.

 

Meski ada yang membagikan dividen atau yang melakukan kebijakan reinvestasi tetap kedua-nya tak lepas dari yang namanya fluktuasi harga , meskipun fluktuasi harga reksa dana pendapatan tetap tak sebesar reksa dana saham.

 

Konsep utama dari perencanaan keuangan melalui reksa dana pendapatan tetap adalah untuk jangka waktu singkat yakni 1-3 tahun. Karena pada dasarnya berapa lama waktu investasi kitalah yang lebih kita perhatikan dibandingkan dengan profil risiko-nya saat memilih jenis produk reksa dana.

 

Jika anda adalah seorang investor yang agresif dan memiliki tujuan untuk perencanaan keuangan jangka pendek akan sangat sesuai bila Anda memilih reksa dana pendapatan tetap sebagai salah satu sarana untuk mencapainya.

 

Ini berbeda bila Anda memilih reksa dana saham, karena bila jangka waktu investasi hanya 1-3 tahun akan memiliki potensi kerugian yang lebih besar dan tujuan rencana keuangan Anda tak akan tercapai dibandingkan bila memilih reksa dana pendapatan tetap.

 

Baca Juga: Jenis Reksa dana Dari Yang Menguntungkan Sampai Yang Teraman

 

Tips Memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap

 

Pilih produk reksa dana pendapatan tetap yang membagikan dividen ataukah yang melakukan reinvestasi?. Bagi Anda yang mempunyai tujuan keuangan jangka pendek yakni 1-3 tahun memilih reksa dana pendapatan tetap yang mempunyai kebijakan reinvestasi adalah pilihan yang bijak. Dalam kurun masa yang singkat diharapkan dana investasi dapat dikembangkan lagi (reinvestasi) secara lebih optimal dalam periode yang singkat tersebut.

 

Namun bila Anda adalah seorang pensiunan dan seorang investor yang konservatif maka periode singkat sudah bukan lagi fokus utama karena reksa dana pendapatan tetap yang membagikan dividen secara berkala lebih cocok untuk Anda.

 

Resiko Reksa Dana Pendapatan Tetap

 

Sebelum memilih investasi reksa dana pendapatan tetap sebaiknya Anda kenali dulu 3 risiko utamanya yakni risiko likuiditas, risiko gagal bayar dan juga risiko fluktuasi harga. Dengan kita mengetahui risikonya dan memahaminya bisa membantu kita sebagai investor dalam memilih reksa dana pendapatan tetap.

 

Risiko Fluktuasi

 

Guna menekan risiko fluktuasi kita perlu memahami cara kerja dari obligasi yakni berdasarkan teori bila inflasi naik maka otomatis suku bunga juga akan ikut naik. Dengan kenaikan suku bunga tentu saja harga obligasi jadi turun, berbanding terbalik bila inflasi rendah otomatis suku bunga juga akan turun dan harga obligasi akan naik.

 

Tentu saja seiring kurun waktu inflasi dan suku bunga akan berfluktuasi (naik dan turun) mengikuti siklus ekonomi. Dengan pemahaman yang benar mengenai siklus harga obligasi tersebut kita dapat mengoptimalkan investasi kita pada reksa dana pendapatan tetap.

 

Umumnya para manajer investasi (MI) akan selalu menekan risiko akibat adanya fluktuasi harga tersebut dengan cara melakukan kombinasi obligasi pemerintah dan obligasi korporasi yang memiliki harga cenderung stabil. Bisa juga dengan melakukan kombinasi obligasi jangka pendek dan obligasi jangka panjang untuk menekan risiko.

 

Risiko Likuiditas

 

Yang dinamakan risiko likuiditas disini adalah risiko seorang investor kesulitan dalam mencairkan reksa dana pendapatan tetap. Risiko likuiditas pada reksa dana pendapatan tetap lebih besar dibandingkan reksa dana saham karena obligasi lebih sulit diperjual belikan dibandingkan dengan saham.

 

Dalam menekan risiko likuiditas investor harus lebih memperhatkan obligasi yang menjadi portofolio pada produk reksa dana pendapatan tetap yang akan dipilih. Obligasi dari badan pemerintah mempunyai tipikal harga yang cenderung lebih fluktuatif namun lebih mudah untuk dijual kembali.

 

Sebaliknya obligasi dari korporasi memiliki harga yang relatif tetap (stabil) namun kelemahannya agak sulit untuk dijual kembali. Komposisi keduanya akan mempengaruhi risiko likuiditasnya, samakin besar obligasi korporasi maka risiko likuiditasnya juga akan semakin tinggi.

 

Risiko gagal bayar

 

Risiko gagal bayar merupakan risiko yang berasal dari perusahaan penerbit obligasi yang tak dapat memenuhi kewajibannya membayarkan kupon serta pokok hutang kepada investaor. Biasanya risiko ini hanya terdapat pada obligasi korporasi, karena obligasi pemerintah tidak mungkin mengalami gagal bayar.

 

Risiko gagal bayar bisa kita amati dari rating perusahaan penerbit obligasi tersebut, semakin tinggi ratingnya semakin bagus kualitas perusahaan tersebut, sehingga risiko gagal bayar juga kecil.

 

Demikina artikel mengenai seluk beluk reksa dana pendapatan tetap dan risiko yang dimilikinya, semoga bisa menjadi panduan Anda dalam berinvestasi reksa dana pendapatan tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *