Reksa Dana Saham Untungnya Paling Tinggi

Posted on

reksa dana saham

Reksa dana saham adalah salah satu jenis reksa dana yang memiliki profil risiko paling tinggi dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya,

meskipun begitu jenis reksa dana ini paling banyak diminati oleh para investor di indonesia.

 

Tips serta kiat apa saja bila kita ingin berinvestasi pada reksa dana saham?.

Berdasarkan pengelolaan dana-nya, reksa dana saham termasuk jenis reksa dana yang memiliki dana kelolaan paling besar.

Sehingga hal tersebut menjadi tolak ukur bahwa reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang paling banyak diminati investor indonesia,

baik yang berasal dari institusi atau perorangan.

 

Baca Juga: Reksa Dana Investasi Terbaik, Termudah dan Menguntungkan

 

Perbedaan Reksa dana Saham Dan Obligasi

 

Menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa komposisi investasi pada reksa dana saham adalah minimal 80% pengelolaan dana investor fokus pada instrumen saham.

Sedangkan kita tahu bahwa instrumen saham merupakan investasi yang paling tinggi risikonya

bila dibandingkan dengan obligasi,

 

akan tetapi memiliki potensi return yang lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Perbedaan lainnya adalah obligasi mempunyai kupon dengan tanggal jatuh tempo yang pasti, sedangkan saham tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan tidak selalu membagikan dividen.

 

Sehingga dalam instrumen saham biasanya para manajer investasi lebih mengutamakan potensi kenaikan harga dibandingkan dengan pembagian dividen.

 

Faktor yang mempengaruhi harga saham

 

Fudamental perusahaan mempengaruhi kenaikan harga saham dalam waktu jangka panjang.

Yang dinamakan fundamental perusahaan adalah kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan laba bersihnya dari periode ke periode.

 

Banyak faktor yang mempengaruhi harga saham dalam jangka pendek yakni:

sentimen pasar, perubahan kondisi ekonomi, valuasi, serta aliran dana dari investor asing.

 

Sebagai contohnya hasil pemilihan presiden di Amerika,

lambatnya pertumbuhan ekonomi di negara China, kondisi ekonomi di negara-negara uni eropa semuanya berpengaruh terhadap dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia.

 

Baca Juga: Apa Sih Bukti Kepemilikan Reksa Dana?

 

Dari banyaknya faktor tersebut sangat sulit untuk memprediksi kinerja saham dalam jangka pendek.

Data dalam rentang tahun 2011 sampai 2015, kinerja reksa dana saham di tahun 2012 dan 2014 mencatatkan kinerja yang positif.

 

Namun pada tahun 2011, 2013 dan 2015 mencatatkan kinerja yang negatif.

Bila Anda melakukan investasi reksa dana saham pada tahun 2011 dengan total investasi 200 juta, dan pada periode 2011-2015 sempat mengalami kinerja negatif selama 3 tahun maka di tahun 2015 nilai investasi tumbuh menjadi 215 juta.

 

Jika tetap berinvestasi hingga tahun 2016 akan berkembang sekitar 221 juta.

Estimasi perolehan return bisa jadi lebih tinggi bila kinerja saham mencatatakan hasil positif pad aakhir tahun.

 

Untuk itu reksa dana saham sangat di rekomendasikan bagi investor yang melakukan rencana investasi dalam jangka panjang.

Dalam berinvestasi reksa dana saham tidak menjadi jaminan akan selalu mendapatkan keuntungan meski melakukan investasi dalam jangka panjang.

 

Tetapi bila kinerja perekonomian negara meningkat, laba bersih dan penjualan juga meningkat maka harga saham tentu saja akan otomatis mengikuti pergerakan tersebut.

Sekarang ini ada lebih dari 200 jenis produk reksa dana saham yang beredar di Indonesia.

 

Ini dilihat dari rata-rata manajer investasi yang menerbitkan lebih dari satu produk reksa dana saham.

Bahkan ada yang menerbitkan lebih dari 5 produk.

 

Meski masih dalam jenis reksa dana saham akan tetapi memiliki tema yang berbeda-beda pada tiap produk reksa dana saham tersebut.

Jenis reksa dana saham ada yang menggunakan pendekatan dengan basis sektoral seperti

infrastruktur, BUMN, komoditas, konsumer serta keuangan.

 

Ada yang menggunakan value investing, fokus, momentum growth, dan pendekatan kuantitatif.

Bahkan ada yang menggunakan pengelolaan pasif yakni ETF dan reksa dana indeks.

 

Begitu juga pada reksa dana syariah ada juga yang menggunakan tema sosial serta munculnya tren reksa dana global yang memungkinkan investor untuk melakukan investasi di luar negeri.

Contoh produk reksa dana saham seperti: Panin Asset Management dengan 6 jenis reksa dana saham dengan tema berbeda yakni:

 

  1. Panin Dana Prima yang lebih ke pendekatan momentum growth
  2. Panin Dana Maksima menggunakan strategi value investing
  3. Panin Dana Ultima dengan pendekatan strategi fokus
  4. Panin Dana Syariah Saham dengan kombinasi strategi sektor syariah dan fokus
  5. Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh yang fokus pada basis sektoral
  6. Panin Dana Teladan yang memunyai kebijakan menyumbangkan sebagian biaya pengelolaan pada yayasan sosial.

 

Dari banyaknya ragam dan jenis produk investasi reksa dana memungkinkan para investor untuk menyusun strategi sesuai jenis reksa dana yang dipilih.

 

Tips Memilih Reksa Dana Saham

 

Berdasarkan teori mengenai reksa dana saham idealnya adalah investasi jangka panjang setidaknya di atas 5 tahun.

Reksa dana saham cocok untuk perencanaan keuangan seperti: persiapan dana pensiun, modal usaha untuk anak-anak nantinya, rencana pendidikan kuliah.

 

Satu hal yang perlu ditekankan dalam berinvestasi reksa dana saham adalah kepastian risiko investasi dalam jangka pendek tiap tahunnya.

Karena tidak setiap tahun saham mengalami kinerja yang positif.

 

Namun sebagi investor reksa dana saham harus punya keyakinan bahwa kedepannya pasti ada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Karena harga saham berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

 

Maka bila kinerja perusahaan baik maka akan menaikkan harga saham dan kinerja reksa dana saham juga meningkat.

Jadi reksa dana saham tidak cocok untuk Anda yang pesimis pada kinerja ekonomi dimasa depan.

 

Dengan investor percaya akan perekonomian yang membaik dimasa mendatang membuat investor lebih siap dan tenang menghadapi fluktuasi harga saham.

Tips dalam memilih reksa dana saham yang beraneka ragam dapat membuat strategi yang berbeda untuk melakukan diversifikasi investasi.

 

Sebagai contohnya jika investor sudah yakin bahwa prospek ekonomi kedepannya ada pada sektor infrastruktur.

Maka investor dapat memilih reksa dana yang berbasis pada sektor infrastruktur.

 

Namun sebaliknya jika investor lebih mempercayakan dananya pada manajer investasi dalam mengelola dana,

maka bisa dipilih reksa dana saham yang berbasis pada strategi pengelolaan.

 

Dan saat investor ragu dengan manajer investasi dalam mengelola dana,

bisa memilih produk reksa dana saham indeks yang lebih pasif dalam pengelolaannya.

 

Apapun strategi yang dipilih,

sebagai investor perlu adanya konsistensi dalam jangka panjang.

 

Selama jangka waktu tiap tahunnya tidak harus selalu berkinerja positif setiap tahunnya,

namun paling tidak lebih besar atau sama dengan IHSG dalam jangka panjangnya.

 

Demikian artikel tentang tips dan kiat memilih reksa dana saham, bagi Anda yang ingin berinvestasi pada reksa dana saham semoga bisa memperoleh gambaran tentang reksa dana saham.

 

 

Simpan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *